Cerita Hantu Sekolah Asrama

Ads

Cerita Hantu Sekolah Asrama - Sebelum para mahasiswa dihebohkan dengan kisah cerita hantu seram di asrama perempuan milik Pak Narto dulunya beliau menjadi orang terkaya di kampungnya. Namun perlahan kekayaannya habis terjual karena kejadian yang menggegerkan para mahasiswa yang mengontrak di asramanya. Peristiwa ini memang menjadi tamparan sekaligus musibah bagi Pak Narto dan keluarga, pasalnya beliau sebagai seorang pensiunan PNS benar-benar mengandalkan penghasilan dari asrama tersebut.
cerita-hantu-seram-di-asrama-perempuan



Baca Juga: Hantu Pontianak di Atas Kerusi Goyang
Gedung asrama milik Pak Narto kini terlihat sangat seram, terlebih semenjak setahun yang lalu ketika beliau jatuh sakit dan tak lagi bisa bersih-bersih di asramanya. Kini gedung yang dulunya menjadi asrama favorit bagi para mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi swasta tersebut sama sekali tak ada penghuninya. Bangunan megah itu seolah terlihat sangat tua seiring memudar nya cat dinding bangunan.

Baca juga : Cerita Hantu Sekolah, Hantu penunggu sekolah gua (100% kisah nyata)

Selain karena tidak terawatnya bangunan, para mahasiswa penghuni asrama memilih hengkang dari tempat tersebut karena banyak diantaranya mengalami kisah seram di asrama perempuan itu. Para mahasiswa yang keseluruhannya adalah seorang perempuan banyak yang mengatakan pernah melihat berbagai macam sosok hantu di lingkup asrama. Sosok makhluk halus yang kerap menampakan diri biasanya berwujud seorang perempuan seperti kuntilanak, pocong yang bergelantungan di atas pintu kamar mandi, sosok anak kecil berwajah pucat, sosok lelaki dengan kaki buntung, dan lain sebagainya.



Salah satu kejadian paling menyeramkan pernah dialami oleh Diana, meskipun ia telah beberapa kali melihat penampakan sosok kuntilanak di lorong tengah namun peristiwa kali ini membuat Diana benar-benar takut bahkan pingsan tak sadarkan diri.

Cerita hantu seram di asrama perempuan yang dialami oleh Diana bermula sewaktu ia pulang dari kegiatan ekstra di kampusnya yakni ekstra seni tari. Sekitar pukul 22.00 waktu setempat Diana diantar pulang oleh temannya sampai depan pintu gerbang asrama.

Perasaan merinding dan takut memang sedikit dirasakan oleh Diana, terlebih semenjak penampakan kuntilanak beberapa waktu sebelumnya dia jadi sering bengong dan melamun.


Pada malam itu suasana asrama sedikit berbeda dari sebelumnya, selain karena hujan yang barusan mengguyur seluruh daerah tersebut rupanya selepas Diana berangkat mengikuti kegiatan kampus lampu asrama sempat padam, tak heran jika teman-teman dia banyak yang sudah terlelap.

Diana bercerita sewaktu melewati lorong tengah yang hanya diterangi oleh bolam remang-remang sekitar 10 watt ia melihat ada sekelebat sosok kuntilanak yang tempo hari ia lihat.

Perasaan was-was serta takut secara otomatis menghantui Diana, ia berusaha untuk bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai 3. Namun sewaktu ia menaiki tangga di sebelah lorong yang berbatasan langung dengan pekarangan belakang seolah matanya tertuju di salah salu pucuk pohon pisang.

Nahas dia kembali melihat penampakan menyeramkan, kali ini bukan sekedar kuntilanak akan tetapi ia melihat sosok hantu pocong berada di ujung daun pisang. Saking takutnya Diana menjerit hingga pingsan sampai-sampai helm yang ia tenteng terjatuh dan membangunkan seluruh penghuni asrama.
Setelah Diana siuman baru dia bisa bercerit perihat apa yang barusan dialaminya. Semenjak itu Diana memilih untuk pindah ke sebuah asrama perempuan yang letaknya tak jauh dari kampusnya.

Tak hanya diana yang menjadi korban kejahilan lelembut penghuni asrama perempuan milik Pak Narto. Beberapa teman lain juga mengalami hal serupa setelah kejadian pertama yang dialami oleh Diana. Secara perlahan pula seluruh mahasiswa memilih meninggalkan asrama Pak Narto untuk pindah ke tempat lain.

Meskipun Pak Narto telah berusaha membujuk mereka dengan berbagai cara termasuk memberikan discon biasa asrama namun rupanya ketentraman dan kenyamanan menjadi pilihan utama para mahasiswa tersebut. Hingga akhirnya cerita hantu seram di asrama perempuan itu berdampak pada para penghuni asrama yang tak lagi mau tinggal di sana.